Asma

Julius Asma TahitianJulius Wirianata menempuh beragam cara untuk sembuh dari Penyakit Asma. Ia bahkan pernah berobat ke Singapura. Hasilnya sama, ia hanya diberi inhaler untuk mengurangi sesak saat Penyakit Asma-nya kambuh. Jadilah Julius tergantung pada obat hirup itu, hingga akhirnya pada tahun 2000, secara tidak sengaja Julius bertemu TAHITIAN NONI JUICE di Australia. Ia habiskan satu botol dalam seminggu. Sepulangnya ke Jakarta, setelah sebulan di Australia, sesak di dada hilang. Sampai sekarang. Obat hirup itupun dilupakannya. “Padahal biasanya dalam sehari saya harus menghirup inhaler paling tidak lima kali,” kata Julius.

——————————————————————————————————————————————–

Kok Van Viv

Panggil saya Siwan. Saya pelajar SMU berusia 18 tahun. Saat berumur 10 tahun, saya menderita batuk disertai sesak nafas yang sangat mengganggu, sampai-sampai saya sulit untuk tidur. Menurut dokter saya menderita Penyakit Asma. Hal itu berawal ketika kami sekeluarga berada di Kalimantan. Faktor cuaca yang dingin membuat asma saya muncul.

Berbagai macam cara dilakukan orang tua untuk menyembuhkan saya. Makan jantung kelelawar pun pernah saya jalani. Tapi asma saya tak juga reda. Tiga tahun di Kalimantan, kami pindah ke Jakarta lagi. Usaha untuk menyembuhkan penyakit saya terus dilakukan. Seorang sepupu yang mendengar kabar tersebut, datang mengunjungi saya. Dia menawarkan TAHITIAN NONI JUICE yang dikatakannya berkhasiat terhadap kesehatan saya.

Merasa tertarik, saya mencobanya dan puji Tuhan, hanya dalam waktu 3 minggu, dengan mengonsumsi 1 sloki TAHITIAN NONI JUICE per hari, asma yang saya derita mulai reda. Saya hampir tak pernah sesak nafas lagi. Tidur pun menjadi nyenyak. Kondisi tubuh yang biasanya sering lemas, sekarang segar kembali. Terima kasih Noni. Harapan kesembuhan yang saya nanti selama 8 tahun akhirnya datang juga.

Iklan
%d blogger menyukai ini: