Penanganan Autis (Emosi Lebih Mudah Dikontrol)

Autis TahitianKonsentrasinya mulai teratur dan dia mulai fokus dalam menyerap pelajaran disekolahnya. Bahkan kini Ara, sapaan untuk Aradea, 12 tahun sudah mulai merasakan pubertas terhadap lawan jenisnya. Perkembangan itulah yang kini dirasakan Ara yang menderita Autis sejak usianya 2,2 tahun. ‘Dia ngefans dengan kecantikan Laudya Chintya Bella’ cerita Rizka Chandra Dewi, ibunda Ara, 41 tahun.

Putra pertama Rizka itu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secaa verbal. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk membuatnya kembali normal, namun Allah SWT berkehendak lain. Selama hampir 10 tahun Rizka berusaha agar Ara berperilaku layaknya anak pada umumnya.

Awalnya Ara adalah bayi yang lucu dan sehat, tidak ada tanda-tanda negatif. Sampai usia hampir setahun, Ara tak jua mengeluarkan suar. Rizka sempat khawatir dengan keadaanya. “Gejala itulah yang akhirnya membuat Ara diperiksakan secara medis dan dokter mendiagnosa bahwa Ara mengidap Autis,” kata Rizka.

Sejak itu Ara menjalani berbagai terapi, mulai dari terapi bicara, juga perilaku sensorik, karena motorik halus dan kasarnya terganggu. Sampai akhirnya Rizka mencoba TAHITIAN NONI JUICE sebagai tambahan Terapi Autis yang ditawarkan kakaknya. “Tujuan awal saya adalah untuk menjaga stamina dan imunitas Ara, karena ia banyak aktivitas, terlebih di sekolah,” ungkap Rizka.

Tanpa diduga, baru 4 hari mengonsumsi TAHITIAN NONI JUICE, emosi Ara tidak seperti biasanya. Ara semakin mudah dikontrol. “Hal ini membuat saya bahagia,” cerita Rizka dengan senang. Bahkan Ara semakin fokus terhadap hal-hal yang ia tangkap seperti bermain piano dan untuk urusan fotografi. “Ara suka motret, terlebih pemandangan alam,” tambah Rizka. Tak ada syukur yang lebih tinggi selain Allah SWT yang telah mengubah kehendakNya.

%d blogger menyukai ini: